Minggu, 18 Desember 2011

SASTRA DAN BUDAYA

Cinta 4 ½ Malam
0leh: Naura

Kalau cinta satu malam kayaknya terlampau singkat untuk kisah kita, diperlukan 4 ½ malam untuk bisa memastikan rasa ini. Bahwa ada rasa yang sempat ada dan bersemi di perjalanan singkatku bersamamu dan yang pasti ada hati yang akan tersiksa oleh sebuah rasa penasaran dan rindu yang terpendam tentang aku, kamu, dan cinta.

PRAGMATIK

Halliday membagi tujuh fungsi kegiatan berbicara yang baik, yaitu:
1.    Fungsi instrumental
Fungsi instrumental bahasa melayani pengelolaan lingkungan dan menyebabkan peristiwa terjadi.
Contoh:
•    “Perhatian, ayo lari.”
•    “Jangan petik bunga itu.”
Contoh kalimat di atas mengandung fungsi instrumental, karena kalimat-kalimat tersebut mengkomunikasikan suatu tindakan....

Puisi

.Oleh: Sarifudin

Sajak tentang kampung halaman atau tempat:

MATANAUWE

Matanauwe
Di pagi hari cerah
Aku duduk di bawah pohon ketapang

Analisis Konteks Wacana Berdasarkan Pendapat Halliday, Hasan dan Del Hymes

A.    Analisis konteks wacana berdasarkan pendapat Halliday dan Hasan yaitu:

1.    Media Wacana
Media wacana pada cerita tersebut adalah Keadaan Pasar Kaki Lima.
2.    Pelibat Wacana
Pelibat wacana adalah Anto dan Heru.
•    Anto sebagai penerima informasi.
•    Heru sebagai pemberi informasi.
Hal ini dapat dibuktikan pada kutipan kalimat berikut:

Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi

1)    Tindak Lokusi
Tindak lokusi adalah tindak tutur untuk menyatakan sesuatu dan hanya bersifat informatif.

KESALAHAN MORFOLOGIS DALAM KARANGAN SISWA

2.1 Pengertian Menulis
    Menulis pada hakikatnya adalah menuangkan gagasan, pendapat, perasan keinginan dan kemauan serta informasi ke dalam bahasa tulis, kemudian mengirimkannya kepada orang lain. Selain itu, proses menulis atau istilah lainnya mengarang dapat dikatakan sebabagi proses yang rumit dalam operasi mental manusia. Selanjutnya, Suparno dan Yunus (2004: 13) menyebutkan menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat untuk medianya.

Analisis Kesalahan Morfologi

Anda masih ingat apa yang dimaksud dengan morfologi? Semoga masih ingat. Jika belum, Badudu (1976:15) mengemukakan bahwa “morfologi adalah ilmu bahasa yang mebicarakan morfem dan bagaimana morfem itu dibentuk menjadi sebuah kata”. Berbicara tentang morfem terbagi atas tiga macam morfem bebas seperti makan, minum, dan lain-lain, morfem terikat seperti berber, -kan, dan lain sebagainya, morfem unik, misalnya juang, tawa, dan sebagainya. Morfem bebas /makan/ digabung morfem terikat –an/ menjadi kata berimbuhan, misanya, makanan. Morfem bebas /minum/ mengalami pengulangan /minum-minum/ disebut kata ulang. Morfem bebas /mata/ digabung dengan morfem bebas /hari/ menjadi matahari disebut kata majemuk. Kaitannya dengan keperluan analisis kesalahan berbahasa dalam bidang morfologi, menurut Badudu (1982) dan Tarigan dan Sulistyaningsih (1979) terbagi atas tiga kelompok: (a) kesalahan afiksasi, (b) kesalahan reduplikasi, (c) kesalahan pemajemukan.